Hukum Mencukur Bulu Kemaluan / Vagina Menurut Islam

Hukum Mencukur Bulu Kemaluan / Vagina Menurut Islam - Pagi-pagi browsing menemukan artikel yang sebelumnya tidak saya ketahui dan mungkin banyak juga yang tidak mengetahui karena dianggap tabu, apa itu? Yaitu bagaimana hukumnya mencukur/mencabut bulu kemaluan pada laki-laki atau mencukur vagina pada perempuan menurut islam.

Banyak Muslim dan Muslimah yang tidak mengetahui bahwa Mencukur bulu Vagina/Kemaluan adalah hal yang disunnahkan dalam agama,hal ini berdasarkan atas hadits Nabi SAW yang berbunyi:

Lima hal yang termasuk sunnah fitrah: Mencukur bulu kemaluan, berkhitan, memendekkan kumis, mencabut bulu ketiak dan memotong kuku.” (HR Jama’ah)

Anas bin Malik berkata : “Telah ditentukan waktu untuk kami memendekkan misai, mengerat kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan dan kami tidak dibenarkan untuk membiarkannya lebih dari masa empat puluh malam”. – (Riwayat Muslim, Ibn Majah, Ahmad, Tarmizi, Al-Nasai dan Abu Daud).

Tindakan yang diutamakan ialah mencukur, tetapi diharuskan pula dengan cara bergunting, mencabut dan menggunakan sejenis cecair kapur yang disapukan pada kulit yang menggugurkan bulu kulit itu.

Seorang ulama Syaikh Ibn Daqiq berpendapat bahawa sebahagian ulama cenderung mengutamakan bercukur bagi kaum wanita, kerana perbuatan mencabut akan berakibatkan kendurnya kulit di tempat itu.

Mengenai cara-cara mencukur bulu vagina hendaknya memakai “razor”  yang betul-betul tajam dan bermata pisau double, jangan lupa untuk melumasi daerah yang akan dicukur dengan sabun sehingga menghindari terlalu kesat ketika di’razor’ bisa mengakibatkan luka pada kulit tersebut. Kemudian ambillah air hangat dan rendamlah daerah V beberapa saat sebelum “penggundulan”.

Anjuran yang sedemikian ini merupakan satu amalan yang digalakkan agar tidak ada kutu atau tungau yang dapat hidup dibahagian kemaluan, disamping mencegah serangan penyakit juga dapat menghilangkan menimbulkan bau pada kemaluan.

ref :
http://kesehatan.kompasiana.com/seksologi/2012/09/13/hukum-mencukur-bulu-vaginakemaluan-492459.html

1 Response to "Hukum Mencukur Bulu Kemaluan / Vagina Menurut Islam"

ade putra said...

saya tidak tahu mencukur rambut kemaluan ini termasuk sunnah